Kamis, 13 Januari 2011

Tugas Kewirausahaan

Iklan Surya 12

Seorang pekerja berteriak bahwa rantai pengikat beton yang hendak ia naikkan keatas putus. Pada saat itu ada sekerumunan orang yang sedang melihat-lihat proyek tersebut dan salah seorang laki-laki yang mendengar teriakan itu kemudian ia mengambil tali baja yang ada pengaitnya, sesegera ia kaitkan tali baja tersebut pada ikat pinggangnya. Tali baja tersebut berfungsi sebagai alat untuk menahan badannya pada saat ia nanti melompat agar tidak terjatuh ketika mengaikkan rantai dan kemudian laki-laki itu berlari dan memanjat alat yang digunakan untuk menarik beton tersebut sampai atas. Laki-laki tersebut lompat dari atas alat itu menuju beton yang sudah mau jatuh, walau ia sempat terpeleset dan mau jatuh namun ia berhasil mengaitkan pengait yang ia bawa bersama tali baja tersebut pada beton dan ia berhasil mengaitkannya dengan rantai yang tadi putus, sehingga beton itu tidak jadi jatuh kebawah yang mungkin akan mengakibatkan kerugian atau bahkan mencelakai pekerja yang berada dibawahnya. Setelah itu ia kembali pada teman-teman yang menunggunya yaitu teman-teman yang tadi bersamanya.

Surya 12

Taklukkan Tantanganmu

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

Iklan tersebut sesuai dengan mottonya yaitu Taklukkan Tantanganmu karena dalam sekenario yang terdapat di dalamnya menggambarkan seorang laki-laki yang berani menaklukkan sebuah tantangan. Ia tahu resiko apa yang akan dia dapat ketika melakukan sesuatu yang dianggapnya sebagai sebuah tantangan dalam hidupnya.

Kelebihan:

Kelebihan Iklan Surya 12 tersebut yaitu memberikan gambaran bahwa seorang laki-laki atau siapapun itu harus berani menghadapi sebuah tantangan atau menaklukkan tantangan didalam hidupnya. Namun ketika berani menghadapi sebuah tantangan harus tahu resiko apa saja atau konsekuensi apa saja yang akan diterimanya nantinya agar lebih terarah dalam menaklukkan tantangan tersebut dengan baik.

Kekurangan;

Kekurangan Iklan Surya 12 menurut saya hanya satu yaitu mengenai rokok, kenapa??? karena hampir semua orang tahu bahwa rokok itu tidak menyehatkan. Walau semua orang tahu namun sedikit orang yang faham dan mengerti mengenai akibat yang akan ditimbulkan jika terlalu banyak mengkonsumsi rokok. Jika semua orang faham dan mengerti akibat yang akan ditimbulkan oleh rokok maka orang tersebut tidak akan merokok lagi.

Perbandingan dengan iklan sejenis:

Iklan Surya 12 dikatakan masih masuk diakal dibandingkan dengan Iklan Jarum Super, kenapa??? Karena jarum super sebagai sponsor terbesar salah satu olahraga di tanah air dan iklannya sendiri lebih sering mengenai olahraga dan kita semua tahu itu bertolak belakang sekali dengan olahraga. Olahraga itu untuk kesehatan sedangkan rokok untuk kesakitan, walau ada sisi negatif namun ada sisi positif dari jarum super yaitu memberikan lapangan pekerjaan, dana kepada banyak orang untuk keberlangsungan hidupnya.

Saran untuk Iklan Surya 12

1. Untuk keterangan bahwa MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN sebaiknya lebih diperjelas dan dengan durasi waktu yang tidak terlalu cepat, agar penonton yang belum mengetahui bahwa itu iklan rokok dapat segera mengetahui bahwa itu adalah iklan rokok.

2. Menambahkan sedikit kata-kata atau suara dalam alur cerita agar pesan yang disampaikkan berdasarkan motto Taklukkan Tantanganmu dapat tersampaikkan lebih cepat, tepat dan akurat.

Jumat, 17 Desember 2010

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan
meruapakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya.
Sebenarnya kita sebagai orang islam sudah mempunyai panutan seorang wirausahawan sejati yaitu, nabi besar kita Muhammad SAW. Beliau adalah wirausahawan yang mampu mengusai hampir sepertiga benua di bumi ini, maka baiknya kita patut menteladani beliau. Itulah sedikit tambahan dari saya, akhir kata saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada penulis diatas dan pembaca.
Sumber: http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/

Selasa, 23 November 2010

Kerajinan dari Tempurung Kelapa Sukses Menjadi Pengusaha Tas dengan Modal Rp 16 Juta

JAKARTA – Sukses bisa datang tiba-tiba, meski tidak semua orang bisa meraihnya. Hariyono Purwanta merupakan salah satu dari tiga pengusaha kerajinan dan tas yang terbuat dari tempurung kelapa cukup sukses. Padahal, pengusaha asal Yogyakarta ini menekuni usahanya masih baru. Namun, produknya sudah merambah ke berbagai negara dan kota-kota di Indonesia. Jika bagi orang pada umumnya tempurung kelapa merupakan barang sampah, namun bagi Hariyono barang sisa bisa berubah menjadi kerajinan dan tas yang terlihat etnik, natural namun modis. Kini pria berusia 35 tahun ini mampu menghasilkan 35 desain tas dibawah merek dagang UD Sumber Makmur. Inilah yang membuat Hariyono berbeda dengan pengusaha tempurung lainnya. Jenis desain tas yang dibuatnya masih lebih banyak dari pengusaha tas tempurung lainnya, yang kedua pengusaha lainnya ada di Yogyakarta dan Jawa Timur. Sebelum menjadi pengusaha tas, Hariyono telah merambah berbagai bisnis. Haryono memang orang yang sangat gigih. Semuanya diawali tanpa bantuan pihak lain. Pertama kali dia melakukan budidaya ternak ayam petelor yang kemudian merambah ke usaha pupuk. Usaha yang digelutinya, tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya di bidang pertanian, jurusan agronomi. Gagal sebagai sarjana pertanian, Haryono berhasil meraih gelar sarjana sarjana pendidikan dari Universitas H O S Tjokroaminoto. Ayah dua anak ini mulai menekuni bisnis tas berbahan baku tempurung sejak 2003 dirumahnya di Jalan Kaliurang Km 12,4 Candikarang Sardonoharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Ketika itu, dia mendapat banyak informasi mengenai peluang pasar produk kerajinan di tingkat nasional maupun ekspor. Tak menunggu lama, dia segera mencari referensi dan berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah berkecimpung sebagai perajin. Pilihannya jatuh pada produk berbahan baku tempurung kelapa karena melihat dilingkungan tempat tinggalnya tempurung kelapa terbuang sia-sia. “Dari belajar dengan teman-teman, saya bisa membuat tas dari tempurung kelapa seperti sekarang,” kata Hariyono. Mengawali sebagai pengusaha tas, Hariyono harus merogoh koceknya sendiri untuk membeli mesin senilai Rp 16 juta. Dari mesin pemotong tempurung yang akhirnya berbentuk seperti kancing bermula proses pembuatan tas. Tas yang dibuatnya umumnya adalah tas tangan, termasuk diantaranya kerajinan seperti kalung, gelang, tempat telepon selular yang semuanya terbuat dari tempurung kelapa. Pada mulanya, Haryono hanya mempekerjakan satu orang karena mesin yang dibelinya juga tidak banyak. Seiring dengan bertambahnya order, dirinya telah mampu membuka lapangan kerja 20 orang. Dalam empat, Haryono membutuhkan satu kwintal tempurung kelapa. Proses pembuatan tas dari tempurung ini lama karena dilakukan secara manual. Untuk menghasilkan satu tas saja bisa memerlukan proses enam hari yang dikerjakan oleh satu orang. Prosesnya dimulai dari memotong-motong tempurung sehingga berbentuk seperti kancing, dihaluskan, ditempel pada satu media, kemudian dihaluskan lagi bagian sisi luarnya, selanjutnya dijahit dengan tangan. Semuanya dilakukan dengan cermat sehingga hasilnya terlihat rapih. Mulai Dikenal Hariyono termasuk beruntung, pertama kali menghasilkan produknya telah ikut berpameran pada Forum Kesenian Yogyakarta VIII tahun 2003. Meski diakuinya untuk memasarkan produknya tidak mudah, namun ikut pameran membantunya memperkenalkan produknya pada pelanggan. Perlahan-lahan bisnis Hariyanto mulai memiliki banyak pelanggan. Produknya kini mulai banyak dipasarkan ke Jakarta, Surabaya bahkan banyak orang asing yang datang membeli langsung ke rumahya. Seluruh produk yang dibuatnya, biasanya habis terjual. Pemasaran dilakukan bersama-sama dengan isterinya Riyanti Tri Utami. Saya pernah mendapat order membuat 150 tas. Itu order terbesar yang pernah saya dapat,” ujarnya Menurutnya, kemampuannya membuat tas masih terbatas terutama karena mesin yang dimiliki masih sedikit. Dalam satu bulan, dia dapat membuat 1000 tas dengan mempekerjakan 350 orang. Haryono sangat mengharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih besar. Akan tetapi keterbatasan dana yang dimiliki membuatnya belum dapat menambah jumlah mesin. Padahal, semakin banyak produk yang bisa dibuatnya maka bertambah juga tenaga kerja yang dibutuhkan yang secara langsung menyediakan lapangan kerja untuk orang-orang dilingkungannya. (SH/naomi siagian)
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/usaha/2004/0918/ukm3.html

Usaha Membesarkan Ikan Bawal dan Nila

Kebutuhan pangan di Indonesia dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat banyak memberikan peluan bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya. Apalagi kekayaan alam Indonesia sangat melimpah sehingga sangat mendukung dalam pengembangan usaha pangan. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sangat diuntungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mendukung pengairan baik untuk pertanian maupun perikanan air tawar. Potensi akan kebutuhan ikan air tawar di wilayah Jogja cukup besar dimana selama ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari luar kota.
Berawal dari memanfaatkan kolam ikan peninggalan orang tua yang tidak dimanfaatkan dengan baik, Pak Sudaryo seorang warga Dusun Ponowaren Nogotirto mencoba memanfaatkan kolam ikan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan kondisi aliran irigasi yang cukup baik untuk pembesaran ikan, wilayah tersebut sangat prospek untuk budidaya ikan air tawar. Selain itu, kelebihan budidaya ikan air tawar dibanding binatang ternak yaitu tidak membutuhkan modal yang cukup besar tetapi hasilnya cukup maksimal serta pemeliharaan yang relatif mudah.
Sumber: http://bisnisukm.com/usaha-membesarkan-ikan-bawal-dan-nila.html

Sukses Menjadi Pengusaha Ikan Nila

Bapak Lestarianto pernah menolak uang muka 1.5 miliar untuk memenuhi ekspor nila ke Korea. Maklum, dia sendiri sudah "keteteran" untuk memenuhi pasokan 75 ton ikan nila untuk ekspor dan 150 ton ikan nila untuk pasar lokal. Jika harga rata-rata ikan nila Rp 14.000 per kg, bayangkan berapa omzetnya per bulan? Kesuksesan yang diraihnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karier dalam meraup untung dari nila ini dimulai sejak tahun 1990. Awalnya, Tari merupakan seorang pemilik industri garmen yang juga ikut membantu mengurusi kolam pancing milik orangtuanya seluas 1.000 m2. Seiring berjalannya waktu, Tari melihat bahwa bisnis di bidang perikanan Iebih menarik dan lebih menjanjikan dibandingkan dengan garmen. Karena itu, Tari mulai serius dan terus mengembangkan kolam pancing orangtuanya.
Kolam budi daya yang hanya 1.000 m2 terus berkembang menjadi 8.000 m2. Tidak hanya itu, Tari pun menciptakan jaringan atau jalur pemasaran ikan nila hasil panennya. Awalnya, di Kedungombo, kemudian ke Cangklik, Sleman, Jatiluhur, Cirata, Bandung, bahkan hingga ke Bali. Berdasarkan perhitungannya, rata-rata per bulan dapat memasarkan 225 ton ikan nila. Jumlah ini tidak hanya berasal dari panen kolam darat, tetapi juga dari 132 keramba di Kedungombo yang ikut menyuplainya. Selain 132 keramba jaring apung, Tari juga memiliki 80 kolam air deras di Janti. Dari jumlah kolam dan keramba ini, setiap bulan Tari membutuhkan 200-250 ton pakan. Dengan harga pakan rata-rata Rp 6.500 per kg, Tari memiliki kewajiban membayar pakan ke pabrik 1.3-1.65 miliar per bulan. "Namun, namanya usaha, pasti ada untung ada rugi," kata Tari. "Karena pernah mengalami pergantian pakan, saya pernah rugi 1.129 miliar," ungkapnya dengan tenang. Anehnya, walaupun pernah mengalami kerugian hingga lebih dari satu miliar, Tari sampai saat ini tidak pernah melibatkan bank. "Semua modal sendiri, tidak ada hutang dengan bank," ujarnya. "Kuncinya adalah konsisten," tegas Tari ketika ditanya kunci suksesnya. Berdasarkan perhitungan Tari, jika suplainya tersedia, dia akan sanggup untuk memasarkan ikan nila dari Jawa hingga Bali sebanyak 1.000 ton per bulan.
Demikian kisah Bapak Lestarianto yang telah menangguk sukses besar dalam budi daya dan bisnis ikan nila. Anda pun bisa mengikuti jejaknya, tidak mesti langsung dengan skala besar, Anda bisa memulainya dari skala kecil dahulu. Bagaimana dengan persiapan, biaya, dan teknik pemeliharaannya? Nah, AgroMedia Pustaka menerbitkan "Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Ikan Nila" yang akan membantu Anda secara mudah, praktis, dan bijak. Seluruh informasi yang Anda butuhkan telah dibahas secara rinci di dalamnya. Buku yang ditulis oleh Bernard T. Wahyu Wiryanta, Sunaryo, S.P., Astuti, S.P., dan M.B. Kurniawan ini membahas seputar budi daya dan bisnis ikan nila, mulai dari prospek bisnis ikan nila, sistem budi dayanya, teknik pembenihan, sistem pendederan, teknik pembesaran, pengenalan dan penanganan hama dan penyakit, pemanenan, hingga pemasaran. Selain itu, sebagai motivasi dan menambah bukti keyakinan Anda, disertai pula dengan kisah-kisah sukses petani ikan nila. Dari kisah-kisah ini, Anda bisa menimba pengalaman dan harapan bahwa usaha yang akan Anda mulai telah terbukti keberhasilannya. Bahkan, jika Anda merasa kesulitan membuat simulasi biaya pertama, Anda juga bisa merujuk ke contoh-contoh simulasi usaha ikan nila yang terdapat di dalam buku ini.
Sumber:http://agromedia.net/distributor/Review/sukses-menjadi-pengusaha-ikan-nila.html

Pengusaha Lele Asal Bogor

Mungkin anda pernah membaca di koran atau menonton berita tentang mereka berdua, Nasrudin (61) dan Ade (32). Mereka berdua adalah pengusaha lele yang sama-sama berasal dari Bogor, Jawa Barat. Sebenarnya Nasrudin lah yang menginspirasi Ade untuk turut menjadi pengusaha lele. Awalnya Nasrudin beternak lele dengan benih sekitar 100.000 ekor lele sangkuriang pada tahun 2001 dan dia mendapatkan benih tersebut dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Kini berkat ketekunan Nasrudin, dia mampu membesarkan lele dengan teknik yang jitu dan juga mampu mengobati lele yang terserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat herbal ramuannya sendiri. Nasrudin mulai dijuluki "Letkol" oleh para pembudidaya lele dan warga desanya, yang kepanjangannya adalah Lele Kolam. Dia dikenal tidak segan-segan untuk membagi pengetahuannya seputar budidaya lele kepada mereka yang ingin serius belajar tentang budidaya lele. Nasrudin bersama kelompok pembenih lele sangkuriang lainnya mengaku ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang setiap bulan agar bisa memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang yang saat ini jumlahnya 50 orang. Dia berharap dengan produksi benih sebanyak itu, akan mampu memenuhi kebutuhan lele di Jakarta. Perlu anda ketahui, untuk wilayah Jabotabek saja kebutuhan lele mencapai hingga 75 ton sehari dan pemasoknya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Masa depan budidaya lele cukup cerah sebab Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, mengatakan bahwa ikan lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan.
Untuk konsepnya sendiri sedang dipersiapkan. Sementara itu cerita Ade beda lagi, awalnya ayah Ade yang bernama Muchtar (59) yang beralih profesi sebagai pembenih lele mendapat informasi tentang Nasrudin sang pengusaha lele yang sukses dari Bogor. Akhirnya datanglah Muchtar ke tempat Nasrudin untuk bertemu. Setelah pertemuan itu Muchtar menyuruh anaknya yaitu Ade, Wawan, dan Trimulyana untuk belajar mengenai pembenihan lele kepada Nasrudin. Sepulang dari pelatihan tersebut, Ade langsung menerapkan semua jurus-jurus jitu cara memelihara, memberikan pakan, dan mengatasi penyakit ikan secara tepat. Dan sekarang usahanya sudah jauh berkembang karena dia memberi perlakuan khusus untuk menekan angka kematian benih. Ade mengaku kini lebih berkonsentrasi di bidang pembenihan.
Sumber:http://bibitlelesangkuriang.blogspot.com/2010/05/pengusaha-lele-asal-bogor.html

Peluang Bisnis Susu Kedelai, Mudah Memulainya

Kedelai saat ini sangat dikenal sebagai bahan baku tahu dan tempe. Tapi sebenarnya, bukan hanya tempe dan tahu saja yang bisa dihasilkan dai kedelai. Kedelai juga bisa dijadikan produk susu kedelai. Kedelai terbukti berkasiat bisa menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Kandungan gizi yang sedemikian rupa, menjadikan kedelai layak dijadikan bahan utama konsumsi masyarakat Karena itulah, peluang usaha susu kedelai ini menjadi menarik. Selain kandungan gizi yang demikian baik, susu kedelai ternyata sangat nikmat. Selain rasa asli kedelai, susu kedelai ternyata juga bisa ditambah sari buah untuk mendapatkan rasa yang beraneka ragam. Sebut saja saat ini ada susu kedelai rasa strawberry, jeruk, dll
Cara memulai bisnis susu kedelai tidak sulit. Anda hanya membutuhkan satu mesin pembuat susu kedelai. Harganyapun terjangkau. Anda bisa mendapatkan alat ini di Susu Kedelai. Susu kedelai bisa dikemas dalam bungkus plastik, atau bisa juga dalam bentuk CUP. Jika ingin dikemas dalam kemasan cup, Anda bisa mendapatkan mesin cup sealer di MesinPengemas. Sebagai referensi, salah satu pengusaha susu kedelai di Malang, bisa menghasilkan 40-50 bungkus susu per kg kedelai. Harga susu per bungkus Rp 1000. Profit per kg kedelai mencapai Rp 30.000. Pemasaran masih dengan cara tradisional di pasar. Jika dikelola dengan baik, pasti bisnis susu kedelai tersebut bisa menghasilkan omzet dan keuntungan yang besar.
Sedikit saran untuk pengusaha susu kedelai, mungkin sekarang ini memang banyak susu kedelai yang beredar dipasaran dan dengan harga yang sangat terjangkau. Namun sebagai penikmat susu kedelai dan konsumen susu kedelai saya rasakan belum ada yang mematenkan susu kedelai tersebut dengan kualitas terbaik. Karena yang saya rasakan saat ini susu kedelai yang ada dipasaran belum memenuhi standar kualitas yang baik, contoh dari segi kemasan terkadang banyak yang hanya menggunkan plastic kecil dan itupun jika tidak disimpan di pendingin satu hari pun sudah basi. Jadi menurut saya jika ada susu kedelai dengan kualitas yang baik serta mempunyai hak paten mungkin bisa juga dipasarkan di swalayan-swalayan dengan tampilan yang menarik serta mempunyai rasa yang lebih nikmat dan segar, atas perhatiannya saya ucapkan terimaksih banyak.
Sumber: http://www.bisnismakanan.com/