Jumat, 17 Desember 2010

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan
meruapakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya.
Sebenarnya kita sebagai orang islam sudah mempunyai panutan seorang wirausahawan sejati yaitu, nabi besar kita Muhammad SAW. Beliau adalah wirausahawan yang mampu mengusai hampir sepertiga benua di bumi ini, maka baiknya kita patut menteladani beliau. Itulah sedikit tambahan dari saya, akhir kata saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada penulis diatas dan pembaca.
Sumber: http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/

Selasa, 23 November 2010

Kerajinan dari Tempurung Kelapa Sukses Menjadi Pengusaha Tas dengan Modal Rp 16 Juta

JAKARTA – Sukses bisa datang tiba-tiba, meski tidak semua orang bisa meraihnya. Hariyono Purwanta merupakan salah satu dari tiga pengusaha kerajinan dan tas yang terbuat dari tempurung kelapa cukup sukses. Padahal, pengusaha asal Yogyakarta ini menekuni usahanya masih baru. Namun, produknya sudah merambah ke berbagai negara dan kota-kota di Indonesia. Jika bagi orang pada umumnya tempurung kelapa merupakan barang sampah, namun bagi Hariyono barang sisa bisa berubah menjadi kerajinan dan tas yang terlihat etnik, natural namun modis. Kini pria berusia 35 tahun ini mampu menghasilkan 35 desain tas dibawah merek dagang UD Sumber Makmur. Inilah yang membuat Hariyono berbeda dengan pengusaha tempurung lainnya. Jenis desain tas yang dibuatnya masih lebih banyak dari pengusaha tas tempurung lainnya, yang kedua pengusaha lainnya ada di Yogyakarta dan Jawa Timur. Sebelum menjadi pengusaha tas, Hariyono telah merambah berbagai bisnis. Haryono memang orang yang sangat gigih. Semuanya diawali tanpa bantuan pihak lain. Pertama kali dia melakukan budidaya ternak ayam petelor yang kemudian merambah ke usaha pupuk. Usaha yang digelutinya, tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya di bidang pertanian, jurusan agronomi. Gagal sebagai sarjana pertanian, Haryono berhasil meraih gelar sarjana sarjana pendidikan dari Universitas H O S Tjokroaminoto. Ayah dua anak ini mulai menekuni bisnis tas berbahan baku tempurung sejak 2003 dirumahnya di Jalan Kaliurang Km 12,4 Candikarang Sardonoharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Ketika itu, dia mendapat banyak informasi mengenai peluang pasar produk kerajinan di tingkat nasional maupun ekspor. Tak menunggu lama, dia segera mencari referensi dan berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah berkecimpung sebagai perajin. Pilihannya jatuh pada produk berbahan baku tempurung kelapa karena melihat dilingkungan tempat tinggalnya tempurung kelapa terbuang sia-sia. “Dari belajar dengan teman-teman, saya bisa membuat tas dari tempurung kelapa seperti sekarang,” kata Hariyono. Mengawali sebagai pengusaha tas, Hariyono harus merogoh koceknya sendiri untuk membeli mesin senilai Rp 16 juta. Dari mesin pemotong tempurung yang akhirnya berbentuk seperti kancing bermula proses pembuatan tas. Tas yang dibuatnya umumnya adalah tas tangan, termasuk diantaranya kerajinan seperti kalung, gelang, tempat telepon selular yang semuanya terbuat dari tempurung kelapa. Pada mulanya, Haryono hanya mempekerjakan satu orang karena mesin yang dibelinya juga tidak banyak. Seiring dengan bertambahnya order, dirinya telah mampu membuka lapangan kerja 20 orang. Dalam empat, Haryono membutuhkan satu kwintal tempurung kelapa. Proses pembuatan tas dari tempurung ini lama karena dilakukan secara manual. Untuk menghasilkan satu tas saja bisa memerlukan proses enam hari yang dikerjakan oleh satu orang. Prosesnya dimulai dari memotong-motong tempurung sehingga berbentuk seperti kancing, dihaluskan, ditempel pada satu media, kemudian dihaluskan lagi bagian sisi luarnya, selanjutnya dijahit dengan tangan. Semuanya dilakukan dengan cermat sehingga hasilnya terlihat rapih. Mulai Dikenal Hariyono termasuk beruntung, pertama kali menghasilkan produknya telah ikut berpameran pada Forum Kesenian Yogyakarta VIII tahun 2003. Meski diakuinya untuk memasarkan produknya tidak mudah, namun ikut pameran membantunya memperkenalkan produknya pada pelanggan. Perlahan-lahan bisnis Hariyanto mulai memiliki banyak pelanggan. Produknya kini mulai banyak dipasarkan ke Jakarta, Surabaya bahkan banyak orang asing yang datang membeli langsung ke rumahya. Seluruh produk yang dibuatnya, biasanya habis terjual. Pemasaran dilakukan bersama-sama dengan isterinya Riyanti Tri Utami. Saya pernah mendapat order membuat 150 tas. Itu order terbesar yang pernah saya dapat,” ujarnya Menurutnya, kemampuannya membuat tas masih terbatas terutama karena mesin yang dimiliki masih sedikit. Dalam satu bulan, dia dapat membuat 1000 tas dengan mempekerjakan 350 orang. Haryono sangat mengharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih besar. Akan tetapi keterbatasan dana yang dimiliki membuatnya belum dapat menambah jumlah mesin. Padahal, semakin banyak produk yang bisa dibuatnya maka bertambah juga tenaga kerja yang dibutuhkan yang secara langsung menyediakan lapangan kerja untuk orang-orang dilingkungannya. (SH/naomi siagian)
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/usaha/2004/0918/ukm3.html

Usaha Membesarkan Ikan Bawal dan Nila

Kebutuhan pangan di Indonesia dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat banyak memberikan peluan bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya. Apalagi kekayaan alam Indonesia sangat melimpah sehingga sangat mendukung dalam pengembangan usaha pangan. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sangat diuntungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mendukung pengairan baik untuk pertanian maupun perikanan air tawar. Potensi akan kebutuhan ikan air tawar di wilayah Jogja cukup besar dimana selama ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari luar kota.
Berawal dari memanfaatkan kolam ikan peninggalan orang tua yang tidak dimanfaatkan dengan baik, Pak Sudaryo seorang warga Dusun Ponowaren Nogotirto mencoba memanfaatkan kolam ikan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan kondisi aliran irigasi yang cukup baik untuk pembesaran ikan, wilayah tersebut sangat prospek untuk budidaya ikan air tawar. Selain itu, kelebihan budidaya ikan air tawar dibanding binatang ternak yaitu tidak membutuhkan modal yang cukup besar tetapi hasilnya cukup maksimal serta pemeliharaan yang relatif mudah.
Sumber: http://bisnisukm.com/usaha-membesarkan-ikan-bawal-dan-nila.html

Sukses Menjadi Pengusaha Ikan Nila

Bapak Lestarianto pernah menolak uang muka 1.5 miliar untuk memenuhi ekspor nila ke Korea. Maklum, dia sendiri sudah "keteteran" untuk memenuhi pasokan 75 ton ikan nila untuk ekspor dan 150 ton ikan nila untuk pasar lokal. Jika harga rata-rata ikan nila Rp 14.000 per kg, bayangkan berapa omzetnya per bulan? Kesuksesan yang diraihnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karier dalam meraup untung dari nila ini dimulai sejak tahun 1990. Awalnya, Tari merupakan seorang pemilik industri garmen yang juga ikut membantu mengurusi kolam pancing milik orangtuanya seluas 1.000 m2. Seiring berjalannya waktu, Tari melihat bahwa bisnis di bidang perikanan Iebih menarik dan lebih menjanjikan dibandingkan dengan garmen. Karena itu, Tari mulai serius dan terus mengembangkan kolam pancing orangtuanya.
Kolam budi daya yang hanya 1.000 m2 terus berkembang menjadi 8.000 m2. Tidak hanya itu, Tari pun menciptakan jaringan atau jalur pemasaran ikan nila hasil panennya. Awalnya, di Kedungombo, kemudian ke Cangklik, Sleman, Jatiluhur, Cirata, Bandung, bahkan hingga ke Bali. Berdasarkan perhitungannya, rata-rata per bulan dapat memasarkan 225 ton ikan nila. Jumlah ini tidak hanya berasal dari panen kolam darat, tetapi juga dari 132 keramba di Kedungombo yang ikut menyuplainya. Selain 132 keramba jaring apung, Tari juga memiliki 80 kolam air deras di Janti. Dari jumlah kolam dan keramba ini, setiap bulan Tari membutuhkan 200-250 ton pakan. Dengan harga pakan rata-rata Rp 6.500 per kg, Tari memiliki kewajiban membayar pakan ke pabrik 1.3-1.65 miliar per bulan. "Namun, namanya usaha, pasti ada untung ada rugi," kata Tari. "Karena pernah mengalami pergantian pakan, saya pernah rugi 1.129 miliar," ungkapnya dengan tenang. Anehnya, walaupun pernah mengalami kerugian hingga lebih dari satu miliar, Tari sampai saat ini tidak pernah melibatkan bank. "Semua modal sendiri, tidak ada hutang dengan bank," ujarnya. "Kuncinya adalah konsisten," tegas Tari ketika ditanya kunci suksesnya. Berdasarkan perhitungan Tari, jika suplainya tersedia, dia akan sanggup untuk memasarkan ikan nila dari Jawa hingga Bali sebanyak 1.000 ton per bulan.
Demikian kisah Bapak Lestarianto yang telah menangguk sukses besar dalam budi daya dan bisnis ikan nila. Anda pun bisa mengikuti jejaknya, tidak mesti langsung dengan skala besar, Anda bisa memulainya dari skala kecil dahulu. Bagaimana dengan persiapan, biaya, dan teknik pemeliharaannya? Nah, AgroMedia Pustaka menerbitkan "Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Ikan Nila" yang akan membantu Anda secara mudah, praktis, dan bijak. Seluruh informasi yang Anda butuhkan telah dibahas secara rinci di dalamnya. Buku yang ditulis oleh Bernard T. Wahyu Wiryanta, Sunaryo, S.P., Astuti, S.P., dan M.B. Kurniawan ini membahas seputar budi daya dan bisnis ikan nila, mulai dari prospek bisnis ikan nila, sistem budi dayanya, teknik pembenihan, sistem pendederan, teknik pembesaran, pengenalan dan penanganan hama dan penyakit, pemanenan, hingga pemasaran. Selain itu, sebagai motivasi dan menambah bukti keyakinan Anda, disertai pula dengan kisah-kisah sukses petani ikan nila. Dari kisah-kisah ini, Anda bisa menimba pengalaman dan harapan bahwa usaha yang akan Anda mulai telah terbukti keberhasilannya. Bahkan, jika Anda merasa kesulitan membuat simulasi biaya pertama, Anda juga bisa merujuk ke contoh-contoh simulasi usaha ikan nila yang terdapat di dalam buku ini.
Sumber:http://agromedia.net/distributor/Review/sukses-menjadi-pengusaha-ikan-nila.html

Pengusaha Lele Asal Bogor

Mungkin anda pernah membaca di koran atau menonton berita tentang mereka berdua, Nasrudin (61) dan Ade (32). Mereka berdua adalah pengusaha lele yang sama-sama berasal dari Bogor, Jawa Barat. Sebenarnya Nasrudin lah yang menginspirasi Ade untuk turut menjadi pengusaha lele. Awalnya Nasrudin beternak lele dengan benih sekitar 100.000 ekor lele sangkuriang pada tahun 2001 dan dia mendapatkan benih tersebut dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Kini berkat ketekunan Nasrudin, dia mampu membesarkan lele dengan teknik yang jitu dan juga mampu mengobati lele yang terserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat herbal ramuannya sendiri. Nasrudin mulai dijuluki "Letkol" oleh para pembudidaya lele dan warga desanya, yang kepanjangannya adalah Lele Kolam. Dia dikenal tidak segan-segan untuk membagi pengetahuannya seputar budidaya lele kepada mereka yang ingin serius belajar tentang budidaya lele. Nasrudin bersama kelompok pembenih lele sangkuriang lainnya mengaku ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang setiap bulan agar bisa memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang yang saat ini jumlahnya 50 orang. Dia berharap dengan produksi benih sebanyak itu, akan mampu memenuhi kebutuhan lele di Jakarta. Perlu anda ketahui, untuk wilayah Jabotabek saja kebutuhan lele mencapai hingga 75 ton sehari dan pemasoknya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Masa depan budidaya lele cukup cerah sebab Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, mengatakan bahwa ikan lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan.
Untuk konsepnya sendiri sedang dipersiapkan. Sementara itu cerita Ade beda lagi, awalnya ayah Ade yang bernama Muchtar (59) yang beralih profesi sebagai pembenih lele mendapat informasi tentang Nasrudin sang pengusaha lele yang sukses dari Bogor. Akhirnya datanglah Muchtar ke tempat Nasrudin untuk bertemu. Setelah pertemuan itu Muchtar menyuruh anaknya yaitu Ade, Wawan, dan Trimulyana untuk belajar mengenai pembenihan lele kepada Nasrudin. Sepulang dari pelatihan tersebut, Ade langsung menerapkan semua jurus-jurus jitu cara memelihara, memberikan pakan, dan mengatasi penyakit ikan secara tepat. Dan sekarang usahanya sudah jauh berkembang karena dia memberi perlakuan khusus untuk menekan angka kematian benih. Ade mengaku kini lebih berkonsentrasi di bidang pembenihan.
Sumber:http://bibitlelesangkuriang.blogspot.com/2010/05/pengusaha-lele-asal-bogor.html

Peluang Bisnis Susu Kedelai, Mudah Memulainya

Kedelai saat ini sangat dikenal sebagai bahan baku tahu dan tempe. Tapi sebenarnya, bukan hanya tempe dan tahu saja yang bisa dihasilkan dai kedelai. Kedelai juga bisa dijadikan produk susu kedelai. Kedelai terbukti berkasiat bisa menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Kandungan gizi yang sedemikian rupa, menjadikan kedelai layak dijadikan bahan utama konsumsi masyarakat Karena itulah, peluang usaha susu kedelai ini menjadi menarik. Selain kandungan gizi yang demikian baik, susu kedelai ternyata sangat nikmat. Selain rasa asli kedelai, susu kedelai ternyata juga bisa ditambah sari buah untuk mendapatkan rasa yang beraneka ragam. Sebut saja saat ini ada susu kedelai rasa strawberry, jeruk, dll
Cara memulai bisnis susu kedelai tidak sulit. Anda hanya membutuhkan satu mesin pembuat susu kedelai. Harganyapun terjangkau. Anda bisa mendapatkan alat ini di Susu Kedelai. Susu kedelai bisa dikemas dalam bungkus plastik, atau bisa juga dalam bentuk CUP. Jika ingin dikemas dalam kemasan cup, Anda bisa mendapatkan mesin cup sealer di MesinPengemas. Sebagai referensi, salah satu pengusaha susu kedelai di Malang, bisa menghasilkan 40-50 bungkus susu per kg kedelai. Harga susu per bungkus Rp 1000. Profit per kg kedelai mencapai Rp 30.000. Pemasaran masih dengan cara tradisional di pasar. Jika dikelola dengan baik, pasti bisnis susu kedelai tersebut bisa menghasilkan omzet dan keuntungan yang besar.
Sedikit saran untuk pengusaha susu kedelai, mungkin sekarang ini memang banyak susu kedelai yang beredar dipasaran dan dengan harga yang sangat terjangkau. Namun sebagai penikmat susu kedelai dan konsumen susu kedelai saya rasakan belum ada yang mematenkan susu kedelai tersebut dengan kualitas terbaik. Karena yang saya rasakan saat ini susu kedelai yang ada dipasaran belum memenuhi standar kualitas yang baik, contoh dari segi kemasan terkadang banyak yang hanya menggunkan plastic kecil dan itupun jika tidak disimpan di pendingin satu hari pun sudah basi. Jadi menurut saya jika ada susu kedelai dengan kualitas yang baik serta mempunyai hak paten mungkin bisa juga dipasarkan di swalayan-swalayan dengan tampilan yang menarik serta mempunyai rasa yang lebih nikmat dan segar, atas perhatiannya saya ucapkan terimaksih banyak.
Sumber: http://www.bisnismakanan.com/

Industri Terigu Tak Permasalahkan Pengembangan Sorgum

Industri Terigu Tak Permasalahkan Pengembangan Sorgum
Kontanonline
JAKARTA. Industri terigu domestik tak mempermasalahkan langkah pemerintah untuk mengembangkan sorgum sebagai sunstitusi gandum. Wakil Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk., induk usaha Bogasari Franciscus Welirang mengungkapkan, pihaknya siap-siap saja kalau memang produksinya mencukupi dan sudah ada spesifikasi sorgum yang tepat untuk bahan panganan. “Pemerintah harus membuat dulu standar spesifikasinya, mana yang food grade, mana yang industrial grade dan mana yang cocok untuk pakan ternak, jangan disamakan, kalau itu sudah terbentuk dan volumenya besar, kita siap menyarap,” tandasnya.
Sorgum merupakan tanaman serelia atau biji-bijian yang biasa digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Menurut Organisasi Pangan Dunia (FAO) sorgum berada di urutan ke lima sebagai bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah gandum, padi, jagung dan barley. Selama ini, Indonesia mengimpor gandum sedikitnya 5 juta ton saban tahun. Dari 5 juta ton itu, sebanyak 4,5 juta ton diimpor oleh perusahaan pengolah (dari gandum ke terigu) dan sisanya, 500.000 ton diimpor langsung oleh produsen mie di Indonesia.
Komentar saya mengenai pengambangan sorgum di Indonesia sangat setuju, mengingat sorgum mampu ditanam di daerah yang tanahnya kering, dan mengingat di Indonesia banyak lahan yang dulunya adalah hutan berubah menjadi tanah yang garsang tak terurus. Apabila pemerintah kita dapat memanfaatkan lahan tersebut ditanami sorgum maka indonesia tak perlu lagi impor terigu, karena sorgum bisa dijadikan terigu dan bahan pangan lainnya karena sorgum memiliki banyak kandungan gizi yang dibutuhkan oleh manusia, selain untuk bahan bakar seperti etanol sorgum sendiri bisa juga sebagai pakan ternak. Jadi dengan kata lain banyak sekali manfaat dari sorgum itu sendiri, akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih sebelumnya.
Sumber: http://indonesiacompanynews.wordpress.com/2010/07/28/industri-terigu-tak-permasalahkan-pengembangan-sorgum/

Dari Langkat, Keramik Tanah Liat Menggeliat Sampai Jauh

Keramik tanah liat tidak ada matinya. Produk kerajinan ini masih menjadi pilihan pelengkap perangkat hiasan interior dan eksterior ruangan. Pasarnya cukup luas hingga ke mancanegara. Asal ada inovasi produk, pasti pesanan akan terus mengalir bersamaan dengan laba yang menjanjikan. Meski usianya baru lima tahun, Langkat Keramik, pengrajin keramik berbahan baku tanah liat berbasis di Medan, Sumatera Utara, terbilang sukses. Produk-produknya sudah melanglang buana ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Swedia, Spanyol, dan Timur Tengah. Kusna Hendrika dari Divisi Pemasaran Langkat Keramik bercerita, ilmu membuat bermacam-macam jenis keramik didapat dari berguru ke sejumlah sentra industri keramik di Tanah Air termasuk Plered, Purwakarta, yang namanya sudah kesohor ke mana-mana. "Walaupun berdiri pada 2005 lalu, kami baru memulai produksi di 2008," ungkap Kusna.
Saat ini, Langkat Keramik memiliki 17 perajin dan tujuh staf kantor. Produk keramik buatan mereka, antara lain tembikar, vas, serta pot bunga berukuran besar beraksen dan berornamen. Produksi keramik tanah liat Langkat Keramik 100% murni buatan tangan. Ya, kalaupun ada bantuan mesin, perannya tidak banyak-banyak amat. "Kapasitas produksi kami mencapai satu kontainer atau 2.000 unit per bulan," tutur Kusna. Kelebihan keramik made in Langkat Keramik ini terletak pada tanah liatnya yang hanya dengan sedikit campuran. Sumber bahan baku mereka berasal dari Sumatera Utara.
Harga jual produk Langkat Keramik bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 10 juta per buah. "Secara total omzet kami per bulannya antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta untuk pasar lokal saja," kata Kusna.
Tapi, pasar lokal Langkat Keramik masih sebatas menjangkau Pulau Sumatra doang. Tahun ini, mereka baru menjajal pasar di Jawa dengan mengikuti beberapa pameran. "Kami berniat membuka galeri di Jakarta," ungkap Kusna.
Tentu saja, Langkat Keramik harus bersaing dengan industri keramik tanah liat di Jawa yang usianya sudah puluhan tahun, termasuk dengan guru merek, para perajin dari Plered. Eman Sulaeman, misalnya, perajin dari Plered yang berkibar melalui Wisman Wijaya Keramik.
Eman yang juga Ketua Kelompok Kerja Klaster Keramik Plered mengatakan, usaha kerajinan keramik di daerahnya sudah ada sejak zaman kakek buyutnya. Setelah berguru dari kakek dan ayahnya, ia akhirnya mendirikan usaha sendiri pada 1993 lalu. "Dulu sekitar 70% dari produksi untuk ekspor," katanya. Tapi, begitu krisis moneter melanda pada 1997-1998, pesanan ekspor menyusut. Eman pun sempat kelimpungan. Karena langganannya di pasar lokal sudah beralih ke perajin lain. Kini, Eman mulai memperluas pasarnya kembali. Sekitar 60% produknya masuk ke pasar lokal, sisanya untuk ekspor. Omzet per bulan masih sebesar Rp 10 juta. "Asal ada inovasi produk, pasti ada aja order yang masuk," katanya.
Sedikit saran untuk pengrajin keramik tanah liat, mungkin untuk mencari inovasi-inovasi baru bisa diadakan kerjasama dengan universitas-universitas terdekat/mungkin bisa dengan sekolah menengah kejuruan terdekat. Jadi selain mendapatkan inovasi/model terbaru dari kerajinan tersebut juga dapat membantu para pelajar untuk mampu berkembang dengan ide-ide yang mereka munculkan nantinya untuk produk tersebut. Sebagai media pengenalan produk dapat dilakukan melalui blog, web atau dari seminar-seminar disekolah-sekolah dan universitas-universitas lain dan akhir kata terimaksih atas perhatiannya.
sumber: http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/51766/Dari-Langkat-keramik-tanah-liat-menggeliat-sampai-jauh
http://www.sentrakukm.com/index.php/beranda/459-dari-langkat-keramik-tanah-liat-menggeliat-sampai-jauh

Tempurung dari Blitar Tak Lagi Murung

Siapa tak kenal kerajinan tempurung kelapa. Di sejumlah kota besar dan tempat-tempat wisata, kerajinan tangan ini gampang dijumpai. Bentuknya macam-macam. Namun hampir semua kerajinan dari bahan limbah ini dibiarkan memiliki warna seperti aslinya. Serba coklat alami. Berkesan eksotik. Di Jawa Timur, ada ratusan perajin tempurung kelapa. Jumlahnya terus bertambah karena keberadaan limbah buah kelapa juga melimpah. Layaknya membuat kerajinan, mengolah tempurung kelapa juga butuh keterampilan. Teknologi yang dipakai tak perlu canggih. Sentuhan inovasi membuat kerajinan ini semakin diminati sampai mancanegara. Bagi Hepicsa Setiayuda, perajin tempurung kelapa asal Blitar, ide awal memulai usaha ini dilatarbelakangi limbah tempurung kelapa yang melimpah di kawasan rumahnya. “Pohon kelapa tumbuh melimpah di Desa Seduri, Kecamatan Wonodadi. Waktu itu yang diolah cuma isi buahnya saja, tempurungnya dibuang dan numpuk. Di tempat lain ada yang dipakai bahan baku briket tapi tidak banyak, mungkin karena teknologi pengolahnya juga terbatas,” jelas pria kelahiran 2 Maret 1984 ini, ditemui di sela Jatim Fair di Grand City.
Paman Hepic iseng-iseng mengolah tempurung sendiri dengan dibantu mesin potong sederhana yang berukuran kecil. Dari situlah usaha berawal, sekitar 11 tahun silam. “Dulu modalnya kecil sekali, sekarang omzet per bulan tak kurang dari Rp 70 juta. Tahun ini termasuk sepi order karena perajin sudah sangat banyak, jadi persaingannya ketat dan tidak bisa pasang harga tinggi. Order dari mancanegara sekarang tinggal Malaysia dan Thailand saja,” katanya.
Jenis kerajinan yang banyak dipesan seperti, lampu hias dan tas fashion. “Sebetulnya apapun jenis usaha pengolahan limbah, jika di-support maka bisa sangat berkembang. Kendalanya justru bukan modal, tapi lebih ke inovasi dan pemasaran. Ini mengingat pasar kerajinan tempurung kelapa di pasar domestik sudah mulai jenuh,” jelas Hepic. Diakuinya, untuk mengekspor tidak mudah. “Standar kualitas harus tinggi, jumlah produksinya juga harus stabil,” ujar alumni Pendidikan Keguruan dari Universitas Surabaya ini. Melalui gerai Butik Kelapa, Wood and Coconut, Hepic dan 78 warga kampungnya kini mampu memroduksi 200 unit barang per jenis. Saat ini ada sekitar 50 jenis barang, antara lain celengan, tempat tisu, dompet, topeng, ragam aksesori, tas, hiasan interior ruangan.
“Sistem kerjanya borongan dan pengerjaannya bisa di rumah warga sendiri, finishing-nya baru di pabrik saya. Tapi khusus jenis lampu hias, pengerjaannya tidak bisa langsung banyak karena tenaga ahlinya cuma satu orang,” papar Hepic, yang biasanya memesan puluhan ikat tempurung sekaligus. Per ikat yang terdiri dari puluhan tempurung itu biasanya dihargai Rp 15.000. Untuk menggali pasar, Hepic menggali ide melalui browsing di dunia maya dan konsultasi pada eksportir. “Usaha saya dapat pembinaan dari Universitas Brawijaya dan Dinas Sosial Provinsi Jatim. Inovasi kadang juga digali dari sana,” ujarnya. Ke depan, mantan guru SD ini mengaku, bakal menjelajah pasar ekspor Australia dan AS. “Kapan hari sudah ada penawaran dari buyer di sana. Tinggal saya inovasi produk dan kirim contoh,” jelas sulung tiga bersaudara ini.
Hepic dipercaya mengelola usaha limbah tempurung kelapa ini lantaran tinggalnya tak jauh dari rumah paman. Selain karena anak-anak pamannya yang masih berusia sekolah dasar, orangtua Hepic sendiri juga berprofesi sebagai guru dan memiliki adik-adik yang masih kecil.
Sedikit saran untuk pengrajin tempurung dari blitar, untuk mencari inovasi-inovasi baru mungkin bisa diadakan kerjasama dengan universitas-universitas terdekat/mungkin bisa dengan sekolah menengah kejuruan terdekat. Jadi selain mendapatkan model baru dari kerajinan tersebut juga dapat membantu para pelajar untuk mampu berkembang dengan ide-ide yang mereka munculkan nantinya untuk produk tersebut. Sebagai media pengenalan produk dapat dilakukan melalui blog, web atau dari seminar-seminar disekolah-sekolah dan universitas-universitas lain dan akhir kata terimaksih atas perhatiannya.
Sumber: http://www.sentrakukm.com/index.php/beranda/457-tempurung-dari-blitar-tak-lagi-murung

Kotak Antik Ini Bakal Menjadi Langka

Sentra kerajinan kotak antik di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat kesulitan bahan baku, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. "Bahan baku untuk kerajinan kotak antik sebagian besar adalah kayu mahoni sementara pihak Dinas Kehutanan kini telah mengeluarkan larangan untuk memotong pohon mahoni," kata Kadin Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Mataram, Drs. H. Marzuki Sahaz, Rabu (22/9/2010).
Hasil kerajinan kotak antik sebagian besar diekspor ke Australia, Selandia Baru, Belanda, Jerman dan Inggris baik langsung maupun melalui pesanan. Kotak antik diekspor melalui Bali dan Surabaya, sehingga yang punya nama adalah daerah lain, sementara Kota Mataram yang memproduksi kotak antik tidak dapat nama. Kotak antik diproduksi dengan berbagai jenis ukuran mulai dari kecil, sedang dan besar dengan harga satu set antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Ia mengakui, pemasaran kotak antik akhir-akhir ini masih lesu, akibat berkurangnya wisatawan yang berkunjung ke sentra kerajinan kotak antik, walaupun demikian perajin tetap berproduksi dengan bahan baku seadanya.
Bahkan ada sejumlah perajin untuk sementara beralih profesi menjadi petani ikan keramba sekaligus membuka rumah makan.
Saran untuk pengrajin kotak antik di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, coba untuk memasarkan hasil kerajinannya lewat internet, karena saat ini untuk usaha apapun bentuknya melalui dunia maya atau yang lebih kita kenal dengan internet sangat baik untuk prospek kedepannya. Jika memang untuk bahan baku dengan kayu mahoni dilarang mungkin bisa dicoba dengan bahan baku kayu yang lain yang dari segi kualitas yang baik juga dan dari harga terjangkau, dan untuk nama hasil kerajinannya dan akhir kata terimaksih atas perhatiannya.

sumber : www.kompas.com
http://www.sentrakukm.com/index.php/beranda/448-kotak-antik-ini-bakal-menjadi-langka

Selasa, 19 Oktober 2010

Artikel: Pengaruh Kompensasi yang Diterima Guru dan Penilaian Guru pada Kecemasan Siswa Terhadap Kinerja Guru

Pendidikan merupakan sebuah proses berkesinambungan yang seharusnya tidak boleh berhenti dan harus terus berjalan seiring dengan usia manusia. Pendidikan yang bermutu dan berkualitas tentunya akan menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lainnya yang ada di negaranya. Seperti yang dikatakan Dr. Kartini Kartono bahwa kunci pembangunan masa mendatang bagi bangsa Indonesia adalah penddikan. Hal ini berarti, pendidikan diharapkan dapat menggerakkan setiap individu untuk meningkatkan kualitas keberadaannya serta mampu berpartisipasi dalam gerak pembangunan. Lebih jauh dikatakan oleh Kartini Kartono, bahwa pendidikan merupakan alat untuk memperbaiki keadaan sekarang, juga untuk mempersiapkan dunia esok yang lebih sejahtera. Untuk itu, mengingat bahwa pendidikan merupakan masalah yang amat kompleks dan teramat penting karena menyangkut macam-macam sektor kehidupan bagi pemerintah dan rakyat Indonesa, maka perlu pemecahan langkah-langkah pemecahan permasalahan secara terpadu.

Pentingnya pembelajaran setidaknya dapat mendorong bangsa Indonesia untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing tinggi di kanca global. Namun demikian, dalam proses belajar di sekolah, para siswa masih menomorduakan pelajaran matematika dari mata pelajaran yang lainnya. Sering kali siswa mengeluh belajar matematika, sulit dimengerti dan menjenuhkan, sehingga tidak mengherankan jika nilai prestasi matematika yang dicapai siswa masih jauh dari harapan.

Akan tetapi, bila siswa tersebut akan menghadapi ujian, siswa akan berusaha belajar dan belajar untuk memperoleh nilai yang terbaik dan akhirnya lulus ujian. Ketakutan di sini sebenarnya menimbulkan 2 respon, yaitu respon positif dan respon negatif. Respon positif mengandung arti, siswa ketakutan dalam menghadapi ujian, kemudian belajar untuk mengejar standar minimal yang harus dimilikinya sehingga dapat lulus dalam ujian. Akan tetapi, respon negatif sebaliknya, siswa ketakutan dan akhirnya justru tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat belajar dengan maksimal sehingga tidak dapat mencapa standar minimal yang harus dimilikinya.

Guru sebagai salah satu unsur dalam PBM memiliki multi peran, tidak terbatas hanya sebagai pengajar yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga sebagai pembimbing yang mendorong potensi, mengembangkan alternatif, dan memobilisasi siswa dalam belajar. Artinya, guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang kompleks terhadap pencapaian tujuan pendidikan, dimana guru tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu yang akan diajarkan dan memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, namun guru juga dituntut untuk menampilkan kepribadian yang mampu menjadi teladan bagi siswa.

Melihat tugas guru, seharusnya guru layak diberikan penghasilan yang layak, akan tetapi di beberapa daerah, masih banyak ditemukan guru yang mengajar sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa" dan pekerja sosial, yang akhirnya benar-benar sial. Hal ini terbukti dengan minimnya gaji guru di sekolah-sekolah. Pemerintah sebagai penentu kebijakan belum menghargai guru sebagai sebuah profesi yang memberikan banyak kontribusi bagi pendidikan dan pembangunan bangsa Indonesia. Guru sebagai sebuah profesi yang sebenarnya menghasilkan para pemimpin bangsa, profesi-profesi lain seperti dokter, pengacara, dan lain-lain, justru dianggap sebagai warga kelas 2 yang dipandang sebelah mata.


Permasalahannya rendahnya kualitas pendidikan Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya mungkin disebabkan oleh rendahnya kinerja guru. Kinerja dianggap sebagai hasil kerja seorang guru yang pada akhirnya tercermin dalam prestasi belajar siswa yang diajarnya. Dalam penelitian ini, penulis ingin melihat seberapa besar pengaruh kompensasi yang diterima guru dan penilaian guru pada kecemasan siswa terhadap tingkat

Simpulan Dan Saran

Hasil penelitian ini memberikan hasil bahwa seluruh variabel bebas memberikan pengaruh terhadap variabel terikat, walaupun secara kuantitatif tidak terlalu besar. Artinya, bila variabel bebas ditingkatkan, maka akan memberikan perubahan pada variabel terikat, walaupun perubahan ini ada yang positif dan ada yang negatif. Dari hasil penelitian ini, penulis berusaha memberikan beberapa masukan :

1. Mengingat variabel kompensasi guru hanya memberikan sedikit kontribusi dalam peningkatan kinerja, maka perlu kiranya pemerintah mengkaji ulang tentang pemberian kompensasi berlebihan kepada guru, karena ternyata kompensasi ini tidak memberikan peningkatan yang cukup berarti.

2. Mengingat variabel penilaian guru terhadap kecemasan siswa memberikan kontribusi negatif dalam peningkatan kinerja, maka sebaiknya guru bidang studi tidak perlu mengetahui tentang tingkat kecemasan siswa, artinya guru bidang studi hanya bertugas sebagai pengajar, sedangkan tingkat kecemasan siswa diurus oleh guru lain yang lebih kompeten dalam hal psikologi siswa.

3. Mengingat keterbatasan waktu dan tenaga, penulis mengharapkan ada penelitian lanjutan, sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang lebih strategis bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sumber: http://re-searchengines.com/leonard0708.html

Manajemen Kompensasi Ideal

Mengapa di beberapa perusahaan sering terjadi protes dalam bentuk demo para karyawan menuntut kenaikan gaji atau upah? Seolah tidak peduli dengan masalah krisis finansial global, para karyawan merasa berhak untuk menuntut kompensasi sesuai dengan jasa yang sudah dikeluarkannya. Faktor yang menyebabkannya antara lain dalam hal ketidak-puasan tentang manajemen kompensasi yang diterapkan perusahaan. Manajemen kompensasi dinilai tidak memberikan efek pada kesejahteraan karyawan. Pada gilirannya motivasi karyawan menurun dan ini akan mengakibatkan produktifitas kerja atau kinerja mereka berada di bawah standar perusahaan.
Kompensasi mengandung arti tidak sekedar hanya dalam bentuk bentuk finansial saja. Bentuk finansial langsung berupa upah,gaji, komisi, dan bonus. Sementara yang tidak langsung berupa asuransi, bantuan sosial, uang cuti, uang pensiun, pelatihan, dan sebagainya. Selain itu bentuk bukan finansial berupa unsur-unsur jenis pekerjaan dan lingkungan pekerjaan. Bentuk unsur pekerjaan meliputi tanggung jawab, perhatian dan penghargaan dari pimpinan, sementara bentuk lingkungan pekerjaan berupa kenyamanan kondisi kerja, distribusi pembagian kerja, dan kebijakan perusahaan.
Keterkaitan kompensasi dengan kinerja karyawan sangatlah siginifikan. Semakin tinggi kompensasi semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan; ceteris paribus. Derajat kepuasan yang semakin tinggi akan semakin meningkatkan motivasi karyawan dalam meraih kinerja yang tinggi. Jika dikelola dengan baik, kompensasi membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dalam memperoleh, memelihara, dan menjaga karyawan dengan optimum. Sebaliknya tanpa kompensasi yang cukup, karyawan yang ada tidak saja mengekspresikan diri mereka dalam bentuk protes keras dan mogok kerja, tetapi juga sangat mungkin meninggalkan perusahaan.
Posisi kompensasi dalam membangun perusahaan yang sehat selalu berada pada kondisi yang rumit. Artinya jika dilihat dari besarannya hampir mungkin karyawan tidak pernah mengatakan manfaat kompensasi yang diterimanya sudah maksimum. Selalu dikatakan derajat kepuasaan yang diperolehnya sekedar dalam rentang kurang sampai cukup puas atau pas-pasan. Di sisi lain perusahaan tidak mudah untuk segera memenuhi kebutuhan karyawan yang semakin besar dan bervariasi. Persoalannya terletak pada pertimbangan penentuan kompensasi yang tidak sederhana dan mudah diputuskan. Penentuan besaran kompensasi sangat dipengaruhi kondisi internal dan eksternal perusahaan. Kondisi kesehatan finansial dan profitabiliti perusahaan sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam memberi kompensasi yang layak. Selain itu juga sangat dipengaruhi oleh tekanan-tekanan luar seperti peraturan pemerintah, pasar kerja, pasar komoditi, krisis ekonomi global, dan tantangan kompensasi internasional.
Untuk menjembatani jurang antara kepentingan perusahaan di satu pihak dan pihak lain kepentingan karyawan maka perusahaan perlu menerapkan manajemen kompensasi yang layak. Maksudnya adalah untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan strategi bisnisnya dan menjamin terjadinya keadilan kompensasi berbasis pertimbangan faktor-faktor internal dan eksternal. Keadilan internal menjamin bahwa permintaan posisi kompensasi (finansial dan non-finansial) seperti gaji dan upah serta kualifikasi seseorang dalam bidangnya yang lebih tinggi akan dipenuhi sesuai dengan perilaku dan kinerjanya. Dan ini tentunya juga dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang menjamin bahwa pekerjaan-pekerjaan bakal dikompensasi secara adil dengan membandingkannya dengan pekerjaan yang sama di pasar kerja.

Sumber: http://indosdm.com/manajemen-kompensasi-ideal

Kompensasi Pendorong Utama Keterikatan Karyawan

Kompensasi dan benefit menjadi salah satu faktor pendorong utama keterikatan (engagement) karyawan di perusahaan. Hal itu terungkap dalam hasil survai WorkAsia 2007/2008 yang dilakukan oleh konsultan sumber daya manusia, Watson Wyatt. Sementara keterikatan karyawan yang tinggi dapat mendorong pencapaian performa keuangan superior dari perusahaan, yang selanjutnya menentukan kesuksesan bisnis.
Sehingga melalui hasil riset ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menentukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan engagement karyawan, yang kemudian akan meningkatkan performa keuangan perusahaan. Sesuai yang dijelaskan Lilis Halim, Managing Consultant Watson Wyatt, “Tujuan kami melakukan survai ini adalah membantu perusahaan untuk bisa menentukan action apa yang harus dilakukan, kemudian juga membantu perusahaan itu menilai atau memonitor dari sisi performance si karyawan,” tuturnya saat memaparkan hasil penelitian ini di Casablanca Room, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada akhir bulan lalu.
Diperoleh kesimpulan, bahwa survai ini mengungkapkan para karyawan yang tingkat keterikatannya tinggi akan mengambil tanggung jawab dan fokus terhadap kontribusi terhadap sasaran perusahaan, serta loyalitas mereka pun lebih besar. “Dimana mereka itu 2,5 kali lipat lebih bisa menjadi top performer, dibandingakan dengan rekan-rekannya yang tidak engage,” ujar Lilis. “Jadi mereka itu tidak pindah-pindah, mereka bisa tinggal di satu perusahaan lebih lama,” lanjutnya.
Dengan demikian, perusahaan tempat karyawan bekerja menikmati tingkat retensi yang lebih tinggi. Sehingga, biaya pelatihan dan rekrutmen menjadi lebih rendah. Ini sebagai dampak perusahaan yang akan melakukan penyelamatan dari sisi biaya rekrutmen dan pelatihan. “Karena mungkin kalau kita lihat pasti perusahaan kalau karyawannya berubah terus, berganti terus, mereka banyak yang keluar, pasti biaya untuk rekrutmen itu juga sangat mahal dan kemudian men-training kembali, belum lagi opportunity cost yang memang hilang dengan tidak adanya si karyawan tersebut. Ini yang dimaksud dengan cost-nya itu akan lebih rendah,” urainya.
Pada saat yang sama, hal itu berarti produktivitas perusahaan menjadi meningkat. Tingkat produktivitas dan retensi yang tinggi selanjutnya akan meningkatkan performa keuangan perusahaan. “Jadi employe engagement juga bisa membantu untuk peningkatkan dari financial performance. Jadi perusahaan yang bisa meningkatkan keterikatan karyawannya itu juga bisa mengharapkan ada improvement dari sisi financial performance tersebut,” jelas wanita yang kerap menggunakan kaca mata ini.
Di Asia Pasifik
Penelitian global tentang opini dan perilaku karyawan yang dilakukan di 11 negara Asia Pasifik ini, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, India, dan Australia. Menunjukkan tiga faktor pendorong utama keterikatan (engagement) karyawan di negara Asia Pasifik, yakni fokus kepada pelanggan (65%), kompensasi dan benefit (50%), serta komunikasi (49%). Faktor tersebut merupakan hasil opini karyawan yang menjadi partisipan dari riset ini. Lebih dari 6.500 responden, dimana mereka mewakili perusahaan yang minimal memiliki 250 karyawan.
Hasil riset ini pun memperlihatkan tingkat keterikatan karyawan di seluruh dunia, diantaranya Asia Pasifik (66%), Kanada (60%), Eropa (73%) dan Amerika (63%). Menurut Lilis, meski terlihat adanya variasi, namun tingkat komitmen karyawan hampir sama di seluruh dunia. Jadi katanya, lebih kepada line of sight, yaitu karyawan menilai sejauh mana fokus dan kejelasan apa yang diharapkan mereka kerjakan untuk membuat organisasi berhasil.
Lebih lanjut Lilis menjelaskan bahwa engagement karyawan merupakan sinergi dari motivasi karyawan dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya (komitmen) dan pemahaman karyawan terhadap apa yang harus dikerjakannya untuk membuat perusahaan berhasil (line of sight). “Jadi komitmen dan line of siht inilah yang membentuk engagement dari si karyawan,” jelasnya. Kemudian akan menghasilkan efektivitas karyawan, dari tingkat komitmen yang tinggi, kejelasan arah (line of sight), pemberdayaan (enablement) dan integritas (integrity).
Sementara dari sisi kompensasi dan benefit, di Asia Pasifik terlihat karyawan yang tingkat keterikatannya tinggi, mereka mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi dibandingakan dengan karyawan yang engagement-nya rendah. “Nah ini tentu persepsi dari orang-orang yang engage-nya itu lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Jadi kalau untuk pertanyaan bagaimana gaji yang diteima oleh si karyawan itu bila dibandingkan dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan lainnya? Dalam hal ini compensated fairly-nya tidak terlalu signifikan, tapi setidak-tidaknya lebih dari separuh itu mengatakan positif tentang apa yang dia terima, bila dibandingkan dengan perusahaan lainnya,” ungkapnya.

Di Indonesia
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Survai WorkIndonesia mengungkapkan bahwa tiga pendorong utama keterikatan karyawan di Indonesia adalah fokus kepada pelanggan (67%), komunikasi (43%) dan kompensasi & benefit (41%). Menurut Lilis Halim, karyawan di Indonesia merasa sudah memahami apa yang menjadi tugas dan pekerjaannya, serta melihat bahwa perusahaannya sudah mengutamakan fokus kepada pelanggan.
Dijelaskan pula oleh Lilis Halim, tingkat engagement karyawan di Indonesia hampir sama dengan karyawan di negara tetangga, bahkan di Australia, China dan Hongkong dengan perbedaan tipis, dimana Indonesia mencapai 64%, Australia 65%, China 67% dan Hongkong 68%.
Namun, mayoritas karyawan di Indonesia rendah tingkat kepuasannya terhadap kompensasi dan benefit yang mereka terima dari perusahaan (51%). Demikian juga mereka belum puas dengan tingkat komunikasi dengan manajemen. Sehingga, hal-hal yang menyebabkan alasan terbesar bagi karyawan untuk pindah ke perusahaan lain adalah tawaran paket kompensasi yang lebih baik, meskipun hasil survai menunjukkan bahwa kesempatan karir yang lebih baik merupakan alasan tertinggi.
Ketidakpuasan yang dinyatakan karyawan terhadap perusahaan, berlaku untuk semua negara Asia Pasifik. Di sisi lain, ketidakpuasan itu paling dirasakan pada umumnya oleh karyawan yang tingkat keterikatannya rendah, sementara di kalangan karyawan yang tingkat keterikatannya tinggi, tingkat kepuasannya atas kompensasi dan benefit lebih tinggi.
Sumber:
http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/kompensasi/1id850.html

Jumat, 23 April 2010

Tugas 3 Etika Profesi

1. Jelaskan alasan perlunya pendidikan etika profesi dalam bidang keteknikan! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa dilandasi dengan etika?
Jawab:
Kata etik (etika) berasal dari kata ethos yang berarti karakter, watak, kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Tanpa etika profesi, apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini. (http://www.its.ac.id/personal/files/material/1656-m_sritomo-ie-Sains%20&%20Teknologi%20-%20Tanggung%20Jawab%20Sosial%20Insinyur.pdf)

2. Dalam rangka menjunjung tinggi integritas, kehormatan dan martabat profesi keteknikan sesuai dengan kode etik profesi keteknikan menurut ABET terdapat 4(empat) prinsip dasar (fundamental principles) yang harus dilakukan oleh insinyur. Jelaskan empat hal tersebut!
Jawab:
a. Using their knowledge and skill for the enhancement of human welfare;
b. Being honest and impartial, and serving with fidelity the public, their mployers and clients;
c. Striving to increase the competence and prestige of the engineering profession; and
d. Supporting the professional and technical societies of their disciplines.
(http://www.its.ac.id/personal/files/material/1656-m_sritomo-ie-Sains%20&%20Teknologi%20-%20Tanggung%20Jawab%20Sosial%20Insinyur.pdf)

3. Jelaskan 6 (enam) pilar utama yang menjadi penyangga kode etik keteknikan !
Jawab:
a. Etika kemanfaatan umum (utilitarianism ethics), yaitu setiap langkah/tindakan yang menghasilkan kemanfaatan terbesar bagi kepentingan umum haruslah dipilih dan dijadikan motivasi utama;
b. Etika kewajiban (duty ethics), yaitu setiap sistem harus mengakomodasikan hal-hal yang wajib untuk diindahkan tanpa harus mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin bisa timbul, berupa nilai moral umum yang harus ditaati seperti jangan berbohong, jangan mencuri, harus jujur, dan sebagainya. Semua nilai moral ini jelas akan selalu benar dan wajib untuk dilaksanakan, sekalipun akhirnya tidak akan menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri;
c. Etika kebenaran (right ethics), yaitu suatu pandangan yang tetap menganggap salah terhadap segala macam tindakan yang melanggar nilai-nilai dasar moralitas. Sebagai contoh tindakan plagiat ataupun pembajakan hak cipta/karya orang lain, apapun alasannya akan tetap dianggap salah karena melanggar nilai dan etika akademis;
d. Etika keunggulan/kebaikan (virtue ethics), yaitu suatu cara pandang untuk membedakan tindakan yang baik dan salah dengan melihat dari karakteristik (perilaku) dasar orang yang melakukannya. Suatu tindakan yang baik/benar umumnya akan keluar dari orang yang memiliki karakter yang baik pula. Penekanan disini diletakkan pada moral perilaku individu, bukannya pada kebenaran tindakan yang dilakukannya;
e. Etika sadar lingkungan (environmental ethics), yaitu suatu etika yang berkembang di pertengahan abad 20 ini yang mengajak masyarakat untuk berpikir dan bertindak dengan konsep masyarakat modern yang sensitif dengan kondisi lingkungannya. (http://www.its.ac.id/personal/files/material/1656-m_sritomo-ie-Sains%20&%20Teknologi%20-%20Tanggung%20Jawab%20Sosial%20Insinyur.pdf)

4. Intelectual capital merupakan modal utama untuk menciptakan kesejahteraan manusia di masa kini dan yang akan datang. Salah satu jenis dari intelectual capital adalah kekayaan intelectual (intelectual property). Jelaskan berbagai jenis kekayaan intelektual yang terkait dengan bidang keteknikan ! Bagaimana kita menyikapinya secara profesional ?
Jawab:
a. Hak Cipta (Copyright) Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat alinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu.
b. Paten (Patent)Berbeda dengan hak cipta yang melindungi sebuah karya, paten melindungi sebuah ide, bukan ekspresi dari ide tersebut. Pada hak cipta, seseorang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Sedangkan pada paten, seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.
c. Merk Dagang (Trademark)Merk dagang digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Merk dagang meliputi nama produk atau layanan, beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut.
d. Rahasia Dagang (Trade Secret)Berbeda dari jenis HAKI lainnya, rahasia dagang tidak dipublikasikan ke publik. Sesuai namanya, rahasia dagang bersifat rahasia. Rahasia dagang dilindungi selama informasi tersebut tidak dibocorkan oleh pemilik rahasia dagang. (http://www.hariesdesign.com/new/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=40)

5. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh Sarjana!
Jawab:
Secara umum lulusan program sarjana Teknik Industri, sesuai dengan Kurikulum Inti Teknik Industri se-Indonesia harus memiliki kompetensi utama sebagai berikut:
a.Mampu mengidentifikasikan, memformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah perancangan maupun perbaikan sistem integral yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi secara kreatif dengan menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional dan/atau eksperimental
b. Mampu mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampaknya terhadap konteks sosial, lingkungan dan konteks lokal maupun global
c. Mampu beradaptasi terhadap teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktek profesi ke-teknik-industrian-nya
d. Mampu berkomunikasi dan bekerja-sama secara efektif
e. Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika
Sedangkan secara khusus lulusan sarjana Teknik Industri UMS harus memiliki kemampuan sebagai berikut:
a. Mampu merencanakan, mendesain, mengorganisasi, serta mengoperasikan sistem industri secara efektif dan efisien.
b. Mengintegrasikan komponen dan atau proses suatu system manufaktur yang meliputi: manusia, mesin, bahan, peralatan, energi, informasi dan modal.
c. Mampu menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputesional, dan atau eksperimental untuk memecahkan persoalan teknik industri.
d. Memiliki logika yang baik serta kreativitas yang tinggi dalam menyelesaikan masalah.
e. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif 6. Mampu beradaptasi terhadap berbagai lingkungan, serta mampu berinteraksi dengan baik dalam kelompok yang bervariasi (team work).
f. Memiliki akhlakul karimah dalam wujud sikap, tingkah laku, serta etika profesi yang sesuai dengan tuntunan Islam.
g. Memiliki keinginan untuk secara terus menerus melakukan pembelajaran dan perbaikan.
h. Memiliki rasa tanggung jawab yang professional. (http://industri.ums.ac.id/kompetensilulusan)

Senin, 29 Maret 2010

Tugas 2 Etika Profesi

1. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!
2. Jelaskan paham kantianisme dan berikan contohnya!
3. Paham utilitariansme banyak dianut oleh para profesional di bidang
keteknikan. Jelaskan alasannya!

Jawab :
1. Dilema moral adalah keadaan dimana seseorang dihadapkan pada beberapa kewajiban atau pilihan yang harus dipilih untuk dilakukan. Misalkan seorang mahasiswa yang dihadapkan pada tugas untuk mempersiapkan tugasnya sebagai pemegang modul praktikum yang akan segera berlangsung. Sementara itu, orang tersebut juga harus segera menyelesaikan kuliahnya, yaitu menghadapi siding skripsi dalam waktu yang cukup dekat dengan tugasnya di praktikum. Jadi konsentrasi dia terbagi menjadi dua. Dalam kondisi ini, dia mungkin akan memikirkan siding skripsi yang lebih penting daripada praktikum. Namun, sebaiknya orang tersebut dapat mengatur waktu dan pikiran agar kedua pekerjaan tersebut selesai dengan baik.
2. Kantianisme adalah paham dimana setiap kita mengambil keputusan, kita harus membayang kan bagaimana bila kita adalah pihak yang dirugikan. Paha mini menjelaskan bahwa bila memang harus dilakukan sebuah tindakan, maka tindakan itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.
3. Paham ini mejelaskan bahwa setiap keputusan diambil untuk sebanyak-banyaknya kesenangan banyak orang. Jelas sekali bahwa paham ini sangat baik utuk diambil oleh para professional karena paham ini memberikan manfaat yang lebih baik untuk pekerjaannya. Paha mini memberikan beberapa pertimbangan pada sebuah keputusan yang harus diambil. Tentunya pilihan yang lebih bermanfaat akan diambil oleh sang professional.

Tugas 1 Etika Profesi

1. Jelaskan pengertian, cakupan dan tujuan dari etika profesi keteknikan!
2. Jelaskan perbedaan profesi dan pekerjaan! Berikan contoh masing-masing!
3. Apa yang dimaksud dengan kode etik?

Jawab :
1. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Sementara Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Tujuan etika profesi:
Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
Untuk meningkatkan mutu profesi.
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
Menentukan baku standarnya sendiri.
2. Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Sementara pekerjaan adalah sebuah aktivitas yang telah ada sebelum dikerjakan oleh pekerja. Misalkan pekerjaan menyapu, yaitu pekerjaan membersihkan suatu areal. Bila seseorag sudah menjalani kegiatan tersebut, maka orang tersebut memiliki profesi tukang sapu.
3. a. Kode etik adalah norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
b. Menurut uu no. 8 (pokok-pokok kepegawaian): kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.