Selasa, 23 November 2010

Kotak Antik Ini Bakal Menjadi Langka

Sentra kerajinan kotak antik di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat kesulitan bahan baku, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. "Bahan baku untuk kerajinan kotak antik sebagian besar adalah kayu mahoni sementara pihak Dinas Kehutanan kini telah mengeluarkan larangan untuk memotong pohon mahoni," kata Kadin Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Mataram, Drs. H. Marzuki Sahaz, Rabu (22/9/2010).
Hasil kerajinan kotak antik sebagian besar diekspor ke Australia, Selandia Baru, Belanda, Jerman dan Inggris baik langsung maupun melalui pesanan. Kotak antik diekspor melalui Bali dan Surabaya, sehingga yang punya nama adalah daerah lain, sementara Kota Mataram yang memproduksi kotak antik tidak dapat nama. Kotak antik diproduksi dengan berbagai jenis ukuran mulai dari kecil, sedang dan besar dengan harga satu set antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Ia mengakui, pemasaran kotak antik akhir-akhir ini masih lesu, akibat berkurangnya wisatawan yang berkunjung ke sentra kerajinan kotak antik, walaupun demikian perajin tetap berproduksi dengan bahan baku seadanya.
Bahkan ada sejumlah perajin untuk sementara beralih profesi menjadi petani ikan keramba sekaligus membuka rumah makan.
Saran untuk pengrajin kotak antik di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, coba untuk memasarkan hasil kerajinannya lewat internet, karena saat ini untuk usaha apapun bentuknya melalui dunia maya atau yang lebih kita kenal dengan internet sangat baik untuk prospek kedepannya. Jika memang untuk bahan baku dengan kayu mahoni dilarang mungkin bisa dicoba dengan bahan baku kayu yang lain yang dari segi kualitas yang baik juga dan dari harga terjangkau, dan untuk nama hasil kerajinannya dan akhir kata terimaksih atas perhatiannya.

sumber : www.kompas.com
http://www.sentrakukm.com/index.php/beranda/448-kotak-antik-ini-bakal-menjadi-langka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar